70 Persen Jamaah Calon Haji Asal Banten Berisiko Tinggi

TANGERANG — Sekitar 70 persen dari total 6.849 calon haji asal Provinsi Banten tergolong dalam kategori resiko tinggi, kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten Iding Muj’tahidin. “Tergolong risiko tinggi artinya kondisi calon haji itu tidak sehat secara menyeluruh karena beberapa faktor, di antaranya usia,” kata Iding Muj’tahidin di Tangerang, Kamis. Namun demikian, para calon haji tersebut tetap bisa melaksanakan ibadah ke Tanah Suci karena telah menjalani pemeriksaan sebelumnya, katanya. Untuk calon haji yang tergolong risiko tinggi, maka oleh petugas mereka diberi gelang berwarna kuning sebagai tanda untuk memudahkan petugas melakukan pengawasan. “Hal itu akan memudahkan petugas dalam memperhatikan setiap kondisi setiap anggota jamaah,” katanya. Apalagi, kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini mencapai 42 derajat celcius. Maka, perlu persiapan dan penyesuaian bagi setiap calon haji, katanya. “Kami sudah memberi imbauan dan arahan kepada setiap calon haji untuk selalu berkoordinasi dengan petugas bila memang memerlukan bantuan medis atau lainnya,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Agus Salim mengatakan, ada jamaah haji yang mengalami sakit jelang keberangkatan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan maka calon haji tersebut dipastikan tetap bisa berangkat. “Nantinya akan selalu diawasi oleh petugas,” ujarnya. Untuk kategori resiko tinggi bagi jamaah asal Kota Tangerang Selatan, Agus Salim menjelaskan jumlahnya tidak terlalu banyak. “Bila diakumulasi secara menyeluruh tingkat provinsi memang banyak tetapi untuk Tangerang Selatan sendiri sedikit,” ujarnya. Perlu diketahui, jumlah calon haji asal Provinsi Banten yang berangkat tahun ini berjumlah 8.541 orang. Karena adanya pembatasan dari Pemerintah Arab Saudi maka yang berangkat hanya sebanyak 6.849 orang, sedangkan 1.692 orang lainnya diberangkatkan tahun 2014. Sebanyak 455 calon haji tingkat Provinsi Banten yang berasal dari Kota Tangerang Selatan telah dilepas untuk diberangkatkan pada hari Rabu (11/9) oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di Lapangan Sepak Bola Cilenggang, Serpong. Pemberangkatan haji tersebut merupakan yang pertama di Banten dan masuk dalam Kloter ke IV tingkat nasional.