Jamaah Haji Padati Lokasi Lontar Jumrah

MINA — Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia memenuhi kawasan jamarat di hari kedua lontar jumrah. Kebanyakan jamaah haji memilih melontar jumrah pada waktu yang dianggap afdhal, yakni selepas Zhuhur atau matahari tergelincir ke arah barat.
 
“Yang paling afdhal itu setelah matahari tergelincir,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin, di kantor Daker Makkah, Rabu (16/10).
 
Namun, di luar waktu selepas zhuhur tetap dibolehkan melontar jumrah. Jamaah tidak dilarang melakukannya di waktu selain itu.
 
Pantauan Republika, selepas Zhuhur lautan manusia memenuhi kawasan jamarat. Jalan-jalan di sekitar jamarat, seperti akses dari kawasan Mahbas Jin dan Aziziyah ditutup untuk kendaraan tanpa stiker khusus yang dikeluarkan Pemerintah Saudi.
 
Demikian pula dari pintu terowongan King Fahd. Polisi menutup akses masuk ke terowongan itu sehingga berimbas pada kemacetan total hingga ke arah Aziziyah pada pukul 15.00 waktu setempat. Namun, tak sedikit pula jamaah yang melakukan lontar jumrah selain lepas waktu itu.
 
Pedagang pun memanfaatkan kesempatan berkumpulnya jamaah ini. Di sejumlah titik di kawasan jamarat, banyak pedagang Indonesia yang menjajakan makanan khas Indonesia seperti bakso malang.