Waspadai MERS Saat Umrah, Ini Saran Wamenkes

JAKARTA --  Wakil Menteri Kesehatan  Ali Ghufron Mukti mengingatkan jamaah umrah untuk waspadai virus MERS. Caranya, sebelum ke sana diusahakan tubuh bugar, daya tahan tubuh juga  optimum, berlaku hidup bersih dan sehat, makan-makanan yang bergizi.
Saat di Arab WNI juga harus menghindari  kerumunan orang namun kalau memang terpaksa, sebaiknya mengenakan masker. "Setiap saat sering-seringlah mencuci  tangan dengan sabun, hindari juga makan daging mentah. Apalagi daging mentah yang terkontaminasi air liur binatang," ujar Ali di Jakarta, Selasa (6/5)
 
Menurut Mantan Ketua  South East Asia One Health University Network (SEAOHUN) untuk Wilayah Asean ini,  warga yang pergi umrah sebaiknya tidak piknik ke peternakan onta terlebih dulu. "Saya lihat banyak orang umroh datang ke peternakan onta untuk foto-foto, nah untuk sementara kegiata semacam itu dihentikan dulu sebab ada dugaan kalau MERSini ditularkan oleh onta atau kelelawar," katanya.
 
Namun, ujar Ali, saat ini penyebab utama penularan MERS ini masih terus diselidiki. Meski dugaan penularan dari hewan, ternyata ada petugas kesehatan yang pulang dari Arab terkena MERS, padahal ia tidak kontak dengan onta. "Maka ada kemungkinan MERS ini ditularkan dari manusia ke manusia. Namun saat penularan antar manusia masih sangat terbatas,  limited human to  humas, " ujarnya penuh semangat.
 
Kalau misalnya ada warga yang pulang dari umrah setelah mendarat  tidak  apa-apa namun ternyata  kurang dari dua  minggu mengalami batuk pilek disertai  nafas pendek sebaiknya segera ke dokter. "Penderita jangan lupa cerita kalau ia baru pulang dari Arab, agar dokter  bisa segera mengeceknya apakah dia terserang flu biasa atau MERS," kata Ali.
 
Semua umur, terang pria  dari Blitar ini,  bisa terserang. Namun memang anak di bawah lima tahun dan orang dengan usia di atas 45  memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah makanya resiko terkena MERS lebih tinggi. 
 
"Kalau ada penderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan ginjal sebaiknya konsultasi dengan dokternya jika ingin umroh. Sebab orang-orang seperti ini beresiko tinggi terkena MERS karena daya tahan tubuhnya lebih rendah," kata Ali yang pernah menjadi Vice President World Health Assembly WHO 2012.
 
Menurut dokter yang mengajar di banyak  perguruan tinggi di berbagai belahan dunia seperti Taiwan, Malaysia, Pakistan ini, terdapat satu WNI yang meninggal terkena MERS. Ia memang bermukin di Arab sejak lama, bukan orang yang pergi umroh maupun naik haji, intinya perlu sikap waspada menghadapi MERS.