MUI Setuju Soal Haji Sekali Seumur Hidup

JAKARTA -- Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) setuju akan imbauan dari Kementerian Agama yang meminta masyarakat agar melaksanakan ibadah haji satu kali seumur hidup. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin AF.
 
Ia mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW juga melaksanakan haji satu kali seumur hidup. Ini artinya, kewajiban haji memang satu kali. Untuk ibadah haji berikutnya bersifat sunah.
 
Ia melanjutkan, dalam ilmu fikih disebutkan yang paling diutamakan adalah ibadah yang bersifat wajib bukan yang sunah. Ini berarti, pemerintah harus mengutamakan pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat yang belum pernah berangkat. Sehingga, jumlah antrian jamaah haji yang banyak akan mampu teratasi.
 
"Memang haji yang wajib cuma satu kali. Nabi aja haji cuma satu kali seumur hidup. Diprioritaskan daftar haji itu adalah bagi yang belum. Yang wajib jangan yang sunah. Apalagi yang sudah 10 kali. MUI setuju sekali dengan imbauan tersebut. Memang harusnya seperti itu," ujar prof Hasanuddin AF kepada ROL, Kamis (12/3).
 
Menurutnya, yang mampu membuat regulasi tentang penyelenggraan haji satu kali seumur hidup hanyalah pemerintah dalam hal ini kementerian agama. Kementerian Agama yang memiliki wewenang untuk menjalankan imbauan tersebut. 
 
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada permintaan dari Kementerian Agama kepada komisi Fatwa MUI agar imbauan ini ditetapkan sebagai fatwa. Jika ada permintaan maka komis Fatwa akan segera memproses hingga fatwa ditetapkan. (ROL)