Koper Jamaah Calon Haji Harus Dibongkar Karena Power Bank

BOYOLALI -- Sejumlah jamaah calon haji (calhaj) pemberangkatan dari Embarkasi Solo terpaksa membongkar koper karena membawa barang yang dilarang dimasukkan bagasi saat penerbangan. Barang tersebut berupa penyimpan daya cadangan atau power bank. 
 
Beberapa jamaah calhaj kloter pertama dari Kabupaten Sukoharjo terlihat membongkar koper di salah satu ruangan di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (6/7) pagi. Mereka dipanggil oleh Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) sesaat setelah masuk Asrama Haji pada pukul 08.00 WIB. 
 
Salah satu calhaj, Dewi Setiawati, mengaku membawa satu unit power bank ponsel di dalam koper. Dia tidak memerlukan waktu lama untuk menemukan benda tersebut karena hafal letaknya. Dia mengaku salah atas keteledorannya tersebut. 
 
"Sudah dikasih tahu di daerah asal, cuma dari informasi sesama jamaah masih simpang siur. Akhirnya pada waktu mau berangkat saya masukkan ke koper," jelasnya kepada wartawan. 
 
Sementara itu, Kepala Seksi Koper PPIH Embarkasi Solo, Sukamdi, mengatakan, setelah PPIH menerima koper para jamaah calhaj, kemudian langsung diserahkan kepada petugas berwenang dari maskapai Garuda Indonesia. Setelah melalui pemeriksaan X-rai ternyata ada barang-barang yang perlu dikeluarkan atau dilihat oleh petugas dari Garuda Indonesia. Rata-rata, powerbank yang harus dikeluarkan. 
 
"Akhirnya jamaah setelah masuk asrama dipanggil untuk bisa membuka sendiri dan dikeluarkan sendiri. Ada delapan koper kloter pertama jamaah yang harus mengeluarkan power bank. Semuanya power bank," paparnya. 
 
Menurutnya, sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 15 Tahun 2018, ada beberapa benda yang dilarang dibawa dalam penerbangan. Di antaranya, power bank, bahan peledak, cairan yang terlalu banyak, serta cairan yang mengandung bahan tertentu. Biasanya, benda yang dibawa jamaah calhaj yakni power bank.
 
https://www.ihram.co.id/berita/pu7sf6430/koper-jamaah-calon-haji-harus-dibongkar-karenaem-power-bankem