Tim Promotif Preventif Edukasi Kesehatan di Halaman Nabawi

JAKARTA— Kegiatan penyuluhan kesehatan menjadi bagian dari upaya pembinaan kepada para jamaah haji Indonesia yang tengah melakukan ibadah haji di Arab Saudi. Idealnya kegiatan penyampaian edukasi kesehatan tersebut dilakukan di sebuah tempat yang nyaman dan memadai bagi audiens.
 
Namun, hal tersebut tidak selalu berlaku bagi petugas kesehatan haji di Arab Saudi. Seperti halnya yang dilakukan Tim Promotif Preventif (TPP) Kemenkes 2019.   
 
"Pada Senin (8/7) pagi waktu setempat, TPP mengadakan penyuluhan kesehatan di pelataran Masjid Nabawi Madinah," kata anggota TPP Aji Muhawarman melalui pesan tertulisnya kepada Republika.co.id, Selasa (9/7).   
 
Aji menuturkan, kegiatan yang bersifat mendadak ini mendapat sambutan positif dari jamaah haji asal Embarkasi Lombok NTB yang tinggal di sektor 5 Madinah. Terbukti usai shalat Shubuh berjamaah sekira pukul 05.00 WAS, ratusan jemaah haji kelompok terbang (kloter) LOP 1 secara berangsur mulai berkumpul di pintu 36 Mesjid Nabawi.  
 
Penentuan lokasi dan waktu merupakan keputusan bersama antara TPP dengan unsur kloter seperti ketua kloter dan Tim Kesehtan Haji Indonesia (TKHI). 
 
Dia mengatakan, ketiadaan tempat yang memadai di Madinah menjadi sebab dijadikannya pelataran Masjid Nabawi sebagai tempat mengumpulkan jamaah haji. "Tidak semua hotel di sekitar Masjid Nabawi menyediakan ruang pertemuan," ujarnya.
 
Dia menuturkan, kalaupun ada tentu akan dikenakan biaya sewa. Meski demikian, situasi ini tidak menyurutkan semangat petugas kesehatan untuk memberikan perhatiannya kepada jemaah haji.
 
Aji menuturkan, pada kesempatan penyuluhan tersebut, dr Nia Soniawaty, salah seorang anggota TPP menyampaikan beberapa pesan kesehatan kepada jamaah haji yang hadir. Secara khusus dia menyampaikan cara pencegahan dari sengatan panas (heat stroke) dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang lengkap  
 
Dia menjelaskan, jamaah haji selalu diimbau untuk menjaga kesehatannya mulai sekarang sampai akhir musim haji. Salah satu cara efektif untuk melindungi diri dari risiko gangguan kesehatan yang timbul selama melaksanakan prosesi ibadah haji ialah dengan mengenakan APD secara lengkap dan benar. 
 
Menurut dia, penggunaan APD dapat efektif mencegah jamaah terkena heat stroke, tertular penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Jenis APD yang diperkenalkan kepada para jamaah yaitu: payung/topi, kacamata hitam, masker, sandal beserta kantongnya, semprotan air dan tas kecil yang berfungsi menyimpan dokumen, makanan ringan maupun obat-obatan.
 
Tidak hanya melakukan penyuluhan, sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan, beberapa anggota TPP terlihat mendekati beberapa kelompok jamaah haji yang keluar masuk area Masjid Nawabi untuk memastikan jamaah haji membawa dan mengenakan APD (case finding). 
 
https://www.ihram.co.id/berita/pudjgx320/tim-promotif-preventif-edukasi-kesehatan-di-halaman-nabawi