Kemenag Siapkan Bus untuk Pemondokan-Masjidil Haram

Kementerian Agama RI menyiapkan bus khusus jamaah haji asal Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, pada musim haji 1434 Hijriah ini.

"Kami siapkan bus untuk jamaah yang akan ke Masjidil Haram dari pemondokan. Begitu juga sebaliknya," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Cepi Supriatna, di Surabaya, Jumat (30/8).

Khusus tahun ini ia mengaku kesulitan mendapat persewaan pemondokan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram. Penyebabnya harga sewa tinggi di sekitar masjid sehingga harus berebut dengan jamaah haji asal negara lain.

Cepi menjelaskan, sejak renovasi Masjidil Haram, tidak sedikit pemondokan di sekitar masjid yang menaikkan harga sewanya. Apalagi, kata dia, kenaikan harga adalah hak pemilik pemondokan dan pemerintah setempat tidak memiliki regulasi yang mengatur harga.

"Jadi, kalau ada uang lancar, tapi kalau tidak ada uang maka harus mencari lokasi baru. Meski agak jauh, namun kami akan berusaha membuat jamaah senyaman mungkin ketika berada di sana," katanya. Jarak pemondokan jamaah asal Indonesia ke Masjidil Haram paling dekat 500 meter. Sedangkan, paling jauh jaraknya hingga 2,5 kilometer.

"Tapi mereka tidak perlu khawatir, karena bagi yang menginap di atas 2 kilometer kami siapkan bus. Namun, bagi mereka yang meski jarak pemondokannya tidak sampai 2 kilometer, boleh juga naik dan diantar hingga masjid," katanya.

Sementara itu, Cepi menambahkan untuk tawaf jamaah lanjut usia, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan tempat secara khusus di atas, dan bisa menggunakan kursi roda. Tempat khusus tersebut dibangun dengan konstruksi tiang penyangga, yang sebetulnya juga bisa menghambat perputaran jamaah ketika melaksanakan kewajiban tawaf. 

(rol)