Calon Jamaah Haji Dilarang Bawa Kompor

Seluruh calon jamaah haji dilarang membawa kompor saat menunaikan ibadah sebab dilarang dalam penerbangan.

"Kompor gas, kompor minyak dan apa pun yang mengandung gas tidak boleh dibawa. Tolong disampaikan kepada seluruh calon haji (calhaj) yang akan berangkat ke Tanah Suci," kata Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Suprasetyo dalam Rapat Koordinasi Persiapan Embarkasi Hang Nadim Batam, Sabtu (31/8).

Suprasetyo menjelaskan, dalam pengalamannya selalu ada di antara jamaah calhaj yang membawa kompor. Padahal, barang-barang itu terarang dibawa dalam demi keselamatan penerbangan.

Ia meminta Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam mengingatkan setiap calhaj agar tidak membawa kompor. Jamaah juga harus diyakinkan tidak perlu khawatir dengan konsumsi karena petugas di sana telah menyiapkannya.

Selain kompor, dia mengingatkan calhaj tidak menyimpan pisau, gunting kuku, dan senjata di tas kabin. Silakan menyimpan di dalam bagasi 'check in' sesuai dengan peraturan penerbangan.

Dalam kesempatan itu, Kabandara menyatakan pihaknya sudah mempersiapkan ruang tunggu, mushala, toilet, serta alur kedatangan dan keberangkatan calhaj mulai dari tiba di Batam hingga berangkat ke Tanah Suci. "Toilet kami buka, tempat wudu dan mushala juga disiapkan bagi calhaj yang hendak shalat sunah," tuturnya.

Embarkasi Hang Nadim Batam akan memberangkatkan calhaj dari empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari 7.883 calon haji yang akan diberangkatkan, kata dia, sebanyak 795 orang dari Provinsi Kepulauan Riau, 4.031 orang dari Provinsi Riau, 1.105 orang dari Provinsi Jambi, dan 1.862 orang dari Kalimantan Barat serta 90 orang petugas kelompok terbang.

Jamaah calhaj akan dibagi dalam 18 kelompok terbang (kloter), yang terdiri atas Gelombang 1 sebanyak 15 kloter dan Gelombang 2 tiga kloter. Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, kata dia, jemaah calhaj asal Kepri tergabung dalam kloter satu dan tujuh, jemaah Jambi dalam kloter dua hingga empat, jemaah Riau dalam kloter empat sampai 14, dan jamaah Kalbar dalam kloter 14 sampai 18. 

(rol)