Kemenag Berikan Layanan Transportasi

Kementerian Agama menyediakan layanan fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram di Makkah bagi para jamaah haji asal Indonesia. Layanan ini diberikan sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan yang ingin diberikan pemerintah Indonesia.

''Untuk sekarang, kami telah menyediakan transportasi untuk jamaah,'' kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, seperti dilansir dari laman resmi kementerian.

Layanan transportasi itu diberikan, kata Suryadharma, untuk memudahkan aktivitas ibadah para jamaah yang tinggal di pemondokan dengan jarak terjauh. 

Ia mengatakan, awalnya pihak Kemenag sempat menetapkan jarak terjauh pemondokan adalah 2.500 meter. Namun, karena pertimbangan ada gedung yang lebih berkualitas maka pihaknya mengubah kebijakan tersebut dengan jarak yang lebih jauh ke Masjidil Haram.

''Jarak terjauh itu sekitar 2.700 meter. Bagi jamaah haji yang kebetulan menempati perumahan pada jarak lebih dari dua ribu meter, mereka akan mendapatkan transportasi salawat,'' jelasnya.

Meski transportasi itu disediakan bagi jamaah dengan jarak pemondokan di atas dua ribu meter, Kemenag menyadari, banyak juga jamaah yang tinggal di jarak kurang dari dua ribu meter turut menggunakan sarana transportasi ini.

''Tebersit dalam pemikiran kami, kalau yang lebih dari dua ribu meter itu menggunakan transportasi salawat, apa bedanya dengan yang tiga ribu meter? Jadi, dari sisi kemampuan untuk menjangkau Masjidil Haram itu tidak ada masalah karena kami sudah mempersiapkan transportasinya,'' tutur Suryadharma.

Pihaknya sangat berharap tersedianya layanan transportasi ini bisa turut membantu memudahkan para jamaah haji di Tanah Suci untuk beribadah. Ia mengakui, beberapa tahun yang lalu transportasi jamaah memang tidak dipersiapkan sejak awal. 

Kondisi itu ternyata menjadi masalah bagi jamaah yang ingin menjangkau Masjidil Haram. Tidak heran jika ada sejumlah jamaah yang hanya bisa dua minggu sekali atau setiap Jumat saja berkesempatan datang ke Masjidil Haram.

''Ini terjadi karena jauh dan sulitnya transportasi untuk menjangkau Masjidil Haram. Tapi, sekarang semoga saja tidak karena kami telah menyediakan transportasi salawat untuk jamaah,'' jelasnya. 

(rol)