Pemeriksaan Dokumen Imigrasi di Asrama Haji

Petugas Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Bekasi memperketat keamanan di sekitar Ruang Arafah yang menjadi pusat persiapan pemberangkatan calon haji.

"Ruang Arafah kita persiapkan untuk keperluan pengurusan administrasi penerbangan," ujar Kepala Seksi Akomodasi Asrama Haji Jabar Embarkasi Bekasi Arif Hidayat di Bekasi, Rabu.
Selama ini, kata Arif, Ruang Arafah sekadar difungsikan sebagai ruang tunggu jemaah yang baru tiba di Asrama Haji, akan berangkat menuju bandara, dan akan kembali ke daerah asal.

"Saat menunggu itu, biasanya dibagikan paspor, "living cost", gelang kesehatan, dan barang bawaan, serta dilakukan tes kesehatan," katanya.

Namun sejak adanya pemindahan bandara dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, pemeriksaan dokumen keimigrasian dan administrasi penerbangan yang selama ini dilakukan di bandara akan dialihkan di Ruang Arafah.

Karena ada penyesuaian fungsi Ruang Arafah tersebut, pengamanan di Asrama Haji pun diperketat dengan pemasangan sebanyak 12 unit CCTV yang disebar di sejumlah lokasi 
asrama.

Pihak-pihak yang tidak berkepentingan dengan kegiatan tersebut, kata dia, tidak dapat lalu lalang seenaknya di sekitar asrama. "Kami akan membagikan tanda pengenal. Hanya yang menggunakan tanda pengenal yang bisa masuk ke area asrama," kata Arif.

Menurut dia, tanda pengenal yang akan dipakai sebagai akses masuk ke area Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Bekasi di Jalan Kemakmuran, Bekasi Timur, Kota Bekasi, itu akan terbagi adalam dua kategori.

"Kategori tanda pengenal steril, memungkinkan penggunanya untuk mengakses seluruh ruangan. Tapi yang nonsteril tidak diperkenankan mengakses Ruang Arafah," ujarnya. 

(rol)